Showing posts with label Kontemplasi. Show all posts
Showing posts with label Kontemplasi. Show all posts

Thursday, July 21, 2011

Sejenak Berpikir Radikal


Rusuh. Satu kata yang semakin marak terjadi di cakrawala kehidupan manusia Indonesia. Mulai dari hal-hal sepele macam pertengkaran antar dua pemuda kampung yang saling rebut seorang wanita, sampai antar petinggi negara yang saling saing berbasis argumen payah demi kelanggengan hubungannya dengan kursi empuknya. Tapi suatu hal lucu dan miris jika kita menambahkan satu bumbu disini. Bagaimana jika pertengkaran antara dua pemuda yang berbeda kampung itu kemudian memicu pertarungan antar kampung seperti yang terjadi di Poso? Atau apa yang terjadi jika hasil kelanggengan petinggi itu justru melahirkan Soeharto baru?

Sunday, February 20, 2011

Menjadi Kaya

‘Aku nggak mau jadi orang miskin. Aku mau jadi orang kaya. Sejak aku masuk ke kampus ini aku punya ambisi untuk merubah hidup aku jadi lebih baik. Aku mau jadi CEO’, ujar seorang teman.

'Lah, lo apatis dong dengan kondisi negara sekarang. Kenapa nggak mencoba untuk mencari solusi bagi permasalahan bangsa ini?’, tanya gue. 

Perbincangan ini terjadi di tengah kemacetan panjang menuju Depok. Di tengah idealisme yang masih tinggi dan keheranan dengan perkataan teman saya itu, kalimat-kalimat selanjutnya dari dia membuat saya terdiam.

‘Jadi orang kaya bukan berarti menjadi apatis. Ketika seseorang kaya, dia akan punya akses untuk berbagi dan beramal. Aku mau seperti itu. Aku mau mendirikan yayasan yang bisa memberikan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Karena aku percaya pendidikan mampu membuka jalan perubahan nasib bagi seseorang.’

Saya cuma bisa terdiam.

Wednesday, February 16, 2011

Hidup yang Penuh Kemungkinan


Kadang kita ngga sadar tujuan hidup kita apa. Mungkin lo pernah kebangun di tengah malam malam dan merenungkan hal itu. Mungkin ketika sesaat sebelum tidur atau mungkin saat lo bangun di pagi hari dan ngga sadar lo ada dimana. Yah, kita semua mungkin pernah ngalamin hal itu. Jikapun lo ngga, seenggaknya gue pernah.