‘Aku nggak mau jadi orang miskin. Aku mau jadi orang kaya. Sejak aku masuk ke kampus ini aku punya ambisi untuk merubah hidup aku jadi lebih baik. Aku mau jadi CEO’, ujar seorang teman.
'Lah, lo apatis dong dengan kondisi negara sekarang. Kenapa nggak mencoba untuk mencari solusi bagi permasalahan bangsa ini?’, tanya gue.
Perbincangan ini terjadi di tengah kemacetan panjang menuju Depok. Di tengah idealisme yang masih tinggi dan keheranan dengan perkataan teman saya itu, kalimat-kalimat selanjutnya dari dia membuat saya terdiam.
‘Jadi orang kaya bukan berarti menjadi apatis. Ketika seseorang kaya, dia akan punya akses untuk berbagi dan beramal. Aku mau seperti itu. Aku mau mendirikan yayasan yang bisa memberikan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Karena aku percaya pendidikan mampu membuka jalan perubahan nasib bagi seseorang.’
Saya cuma bisa terdiam.



